Contoh Enterprise Dalam Sistem Basis Data

26 Maret 2009

CONTOH ENTERPRISE DALAM SISTEM BASIS DATA

Dalam sistem basis data kita mengenal istilah enterprise yaitu suatu bentuk organisasi misalnya
Sekolah => data_mhs
Rumah sakit => data_pasien
Berikut ini saya berikan contoh sebuah enterprise dari lingkungan pendidikan sekolah hasil pemikiran saya sendiri.


FENOMENA JELANG PEMILU PARTAI DAN CALEG 2009

13 Maret 2009



MENJELANG PEMILU PARTAI DAN CALON LEGISLATIF INDONESIA




Tanggal 9 april 2009.Ya, pada tanggal itulah akan diselenggarakan pesta demokrasi di Negeri Kita Tercinta Indonesia.Semua partai yang berjumlah 38 partai itu telah mempersiapkan para Calegnya untuk menghadapi pemilu yang tinggal sebentar lagi itu. Berbagai jurus kampanye telah dilakukan dengan tujuan menjaring suara sebanyak-banyaknya dari rakyat Indonesia dan memenangkan pemilu esok. Kampanye baik melalui media cetak maupun elektronik, melalui spanduk ataupun baliho-baliho yang terpampang di pinggir jalan dengan berbagai macam gaya berfoto masing-masing caleg, ataupun dengan mengadakan sebentuk kegiatan semacam bakti sosial di pelosok-pelosok desa, sampai menggelar konser dangdut dengan menggandeng artis-artis top dengan mengatasnamakan kebesaran partai.
Ada beberapa hal yang cukup unik yang saya perhatikan menjelang pergelaran Pemilu 2009 ini. Sering kita melihat pada berita baik yang disiarkan di televisi atau dari media cetak, bahwa orang yang mencalonkan diri menjadi caleg zaman sekarang sudah bukan lagi monopoli orang-orang yang mengerti atau sudah banyak makan asam garam di dunia politik Indonesia. Dari kita tentu sudah banyak yang tahu fenomena artis-artis yang mengusung nama besar di jagad hburan tanah air pun mencalonkan diri menjadi Caleg dengan membawa nama partai yang berbeda-beda. Tak perlulah saya sebut namanya, kita semua pasti sudah pada tahu. Di samping itu, ternyata dari kalangan yang notabene kita menyebutnya sebagai rakyat kecil seperti pedagang asongan atau bahkan seorang pengamen sekalipun berani mencalonkan diri sebagai Caleg dengan hanya bermodal tekad untuk mewakili dan memperjuangkan nasib rakyat kecil seperti mereka.
Namun di balik itu semua, cukup miris juga jika perhatikan pada siaran berita di televise dan berita-berita di media cetak. Bahwa, ternyata sebagian besar rakyat bahkan mungkin hampir seluruh rakyat tidak tahu-menahu siapa saja partai dan caleg yang akan mereka pilih. Selain itu, tata cara memberikan suara pada pemilu kali ini memang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, yaitu CONTRENG dan BUKAN COBLOS seperti yang selama ini kita kenal. Sistem inilah yang juga banyak tidak diketahui rakyat sebagai calon pemilih. Bahkan yang lebih parahnya lagi, ini juga saya ketahui melalui siaran berita di televisi, bahwa masih banyak juga rakyat yang tidak tahu kapan persisnya pemilu 2009 akan dilaksanakan. KPU memang harus bekerja keras untuk hal ini. Karena ketidaktahuan masyarakat tentang siapa partai dan caleg yang akan dipilihnya, tentang tata cara pemilihan dan waktu pelaksanaan akan berpotensi besar menghasilkan suara GOLPUT. Tentunya jumlah GOLPUT yang besar tidak kita inginkan tho. Karena satu suara pun mempengaruhi kemajuan bangsa ini.
Seperti itulah fenomena-fenomena yang terjadi menjelang Pemilu 2009 yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Saya sebagai rakyat biasa hanya bisa berharap, apapun partai yang akan menang, siapun calegnya, siapapun yang kan menjadi presiden kelak, semoga bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi bangsa ini tentunya. Yang penting juga pada saat pelaksanaan Pemilu 2009 nanti berlangsung dengan benar jujur, adil dan aman tentunya. Sedikit berwacana, saya tetap menginginkan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono untuk kembali memimpin negeri ini. MAJU INDONESIA!!!


Berikut adalah hasil polling pemilihan presiden yang diadakan okezone.com


SIAPA PENCETUS NAMA INDONESIA

26 Januari 2009


SIAPA PENCETUS NAMA INDONESIA


Indonesia. Ya, nama yang memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena itulah nama dari Negara yang menjadi kebangsaan kita sekarang. Nama yang digunakan sebagai nama resmi Negara kita. Namun, pernahkah muncul di pikiran kita tentang siapa sebenarnya pencetus nama Indonesia tersebut. Berikut akan saya ceritakan tentang sejarah menarik dari nama INDONESIA.
Bagaimana nama Indonesia itu tercipta memiliki sejarah yang cukup menarik. Nama Indonesia tercetus pada saat jamuan makan malam tepatnya pada tanggal 14 April 1917. Para pelajar Indonesia (dulu Hindia Belanda) yang sedang berada di Negara Belanda diundang makan malam di Hotel Paulenz, Den Haag. Mereka adalah Soewardi Soerjaningrat, Abdul Moeis, R.M.A. Soerjo Poetro, dan kawan-kawan. Mereka tengah gencar-gencarnya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat perkumpulan pemuda sebangsa di Belanda.
Ketika piring dan sendok garpu berdentingan inilah, Soerjo Poetro (paman Soewardi Soerjaningrat) yang dikena sebagai penulis handal di Majalah Hindia Poetra jadi pusat perhatian. Apa pasal? Sebab ucapan beliau selalu tampil beda. Soerjo berkali-kali menyebut “Indonesia”, padahal yang lainnya kalau tidak menyebut “Indië” ya “Indiërs”.
Sejak saat itulah, para pelajar kita mulai kompak mengganti istilah Hindia Belanda menjadi Indonesia. Setahun kemudian, 12 Januari 1918, sebuah organisasi pelajar, untuk pertama kalinya memakai nama Indonesia. Namanya Indonesische Verbond van Studeerenden ( Serikat Pelajar Indonesia).
Lalu darimanakah nama itu didapat? Menurut M. Hatta, nama Indonesia sudah disebut oleh sarjana asal Jerman, Bastian, pada tahun 1884. G.R. Logan, seorang etnolog Inggris juga sudah menyebut nama Indonesia pada tahun 1850. Waktu itu ia menulis buku mengenai bangsa yang tinggal di kepulauan penghasil rempah-rempah. Saat itu orang Eropa memang banyak yang mengartikan “daerah penghasil rempah di timur” dengan kata India. Nah, Logan menggabungkan kata “India” dengan “Nesos” yang berarti kepulauan. India + Nesos jadilah Indonesia.